Rabu, 07 Oktober 2020

KALOR

Assalamualaikum..

Adik-adik, pernahkah kalian berdiri di dekat api unggun? apa yang kalian rasakan?

Nah, pada pertemuan ini kita akan belajar materi tentang "Kalor".

Kompetensi Dasar

3.4 Menganalisis konsep suhu, pemuaian, kalor, perpindahan kalor, dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari termasuk mekanisme menjaga kestabilan tubuh pada manusia dan hewan.

Tujuan Pembelajaran

1. Menjelaskan pengertian kalor
2. Menganalisis hubungan kalor dengan suhu dan hubungan kalor dengan perubahan wujud
3. Menentukan macam-macam perpindahan kalor

Pengertian Kalor

Kalor merupakan bentuk energi yang pindah karena adanya perbedaan suhu. Secara alamiah, kalor berpindah dari benda bersuhu tinggi ke benda bersuhu rendah.

Satuan kalor

Satuan untuk menyatakan kalor adalah Joule (J) atau Kalori (kal). Joule menyatakan satuan usaha atau energi. Satuan Joule merupakan satuan kalor yang umum digunakan dalam fisika. Sedangkan Kalori menyatakan satuan kalor. Kalori (kal) merupakan satuan kalor yang biasa digunakan untuk menyatakan kandungan energi dalam bahan makanan. Contohnya: sepotong roti memiliki kandungan energi 200 kalori dan sepotong daging memiliki kandungan energi 600 kalori. Nilai 1 kalori (1 kal) adalah banyaknya kalor yang diperlukan untuk memanaskan 1 kg air agar suhunya nai 1°C. Hubungan satuan kalori dengan joule adalah :

 

1 kal = 4,2 J   atau   1 J = 0,24 kal

 

B.  Kalor dan perubahan suhu benda

Kalor merupakan energy yang diterima atau dilepaskan suatu benda. Kalor yang diterima suatu benda bisa berasal dari matahari, api, atau benda lain. Kalor yang diterima oleh benda dapat mengubah suhu benda. Ketika kalor diberikan kepada air, maka suhu air bertambah. Makin banyak kalor yang diberikan makin banyak pula perubahan pada suhu air. Bila kalor terus diberikan, lama kelamaan air akan mendidih. Ketika air sudah mendidih suhu air tidak akan bertambah melainkan tetap. Dapat disimpulkan bahwa kalor mengubah suhu benda.

Benda yang melepaskan kalor seperti air panas dalam gelas. Air panas yang kita letakkan diatas meja akan melepaskan kalor keudara titik karena air panas melepaskan kalor, maka suhu air panas makin lama makin turun. Air panas berubah menjadi air dingin. Hal ini menunjukkan bahwa kalor merubah suhu benda.

C.  Kalor dan perubahan wujud benda

Kalor menyebabkan perubahan wujud pada benda-benda, seperti cokelat dan es batu. Cokelat yang kita genggam dengan tangan dapat meleleh. Hal ini terjadi karena cokelat mendapat kalor dari tangan kita dan udara. Demikian juga dengan es batu yang diletakkan dalam piring di atas meja. Lama-kelamaan es batu mencair karena pengaruh kalor dari udara. Ketika es batu dipanaskan maka lama-kelamaan es batu berubah menjadi air. Berarti es batu berubah wujud dari padat menjadi cair.

Logam seperti besi dan emas juga dapat berubah wujud bila mendapat panas. Hal ini terjadi misalnya ditempat peleburan logam. Pada fenomena lain bila pemanasan berlangsung terus maka suatu saat air mendidih. Setelah mendidih cukup lama air seakan-akan lenyap. Disekitar panci banyak  terdapat uap air berarti air telah berubah wujud dari air menjadi gas. Dapat disimpulkan bahwa kalor dapat merubah wujud gas. Perubahan wujud gas yang disebabkan oleh kalor diantara :

1)    Perubahan wujud dari padat menjkadi cair dan sebaliknya. Contoh fenomena ini terjadi pada lilin yang sedang menyala.

2)   Perubahan wujud dari cair menjadi gas dan sebaliknya. Fenomena ini terjadi pada peristiwa memasak air dan terjadinya fenomena hujan.

3)   Perubahan wujud dari padat menjadi gas dan sebaliknya. Peristiwa ini terjadi pada kapur  barus yang menyublin, yang mengubah kapur barus menjadi gas. Sedangkan benda gas yang berubah menjadi benda padat dicontohkan pada asap kenalpot. Asap nkenalpot berubah menjadi jelaga (benda padat) ketika menyentuh permukaan dalam knalpot.

Menguap, Mengembun dan Mendidih

Melebur merupakan peristiwa perubahan wujud zat dari padat menjadi cair. Sedangkan membeku adalah kebalikannya, yaitu perubahan bentuk zat dari cair menjadi padat. Peristiwa melebur dan membeku sering kita jumpai dalam hidup kita, misalnya saja peristiwa meleburnya keju yang dipanaskan di atas wajan, es krim yang meleleh saat di tangan. Dan peristiwa membeku kita jumpai pada saat membuat es batu. Untuk melebur, zat memerlukan kalor, dan pada waktu melebur suhu zat tetap. Sebaliknya untuk membeku, zat melepaskan kalor, dan pada waktu membeku, suhu zat tetap.



 

 


Persamaan Kalor

Kalor menyatakan banyaknya panas, sedangkan suhu menyatakan derajat panas suatu benda. Misalnya kita memiliki dua panic yang identik. Panic pertama berisi 100 g air, sedangkan panic kedua berisi 50 g air. Suhu air dalam kedua panic tersebut sama. Bila kedua air ini dipanaskan, maka air 100 g memerlukan kalor lebih banyak dibandingkan air 50 g. Itu berarti kalor sebanding dengan massa.

Pemberian kalor menyebabkan suhu benda berubah. Makin banyak kalor yang diberikan pada suatu benda, maka suhu benda tersebut maikin tinggi. Berarti kalor sebanding dengan perubahan suhu. Selain bergantung pada massa dan perubahan suhu, kalor yang diperlukan agar suhu benda naik juga bergantung pada jenis zat. Bila kita merangkum semua factor tersebut, maka kalor yang diperlukan agar suhu benda naik adalah:

Q = m . c . ΔT

 

Dimana:

Q = Banyaknya Kalor (J)

m = Massa (Kg)

c = Kalor jenis benda (J/Kg oC)

ΔT = Perubaha suhu (oC)

 

Kalor jenis menyatakan banyaknya kalor yang diperlukan untuk menaikan suhu 1 Kg zat sebesar 1 oC. Beberapa contoh kalor jenis dari beberapa zat adalah sebagai berikut:

 

Zat

Kalor Jenis/c

(J/Kg oC)

Timbel

128

Emas

129

Raksa

140

Tembaga

400

Besi

460

Baja

500

Kaca

700

Zat

Kalor Jenis

(J/Kg oC)

Aluminium

900

Es

2100

Eter

2190

Alcohol (Etil)

2500

Air (15oC)

4200

Beton

800

 

D.  Perpindahan kalor

1.  Konduksi

Konduksi adalah perpindahan panas melalui zat perantara. Namun, zat tersebut tidak ikut berpindah ataupun bergerak. Contoh sederhana dalam kehidupan sehari-hari misalnya, ketika kita membuat kopi atau minuman panas, lalu kita mencelupkan sendok untuk mengaduk gulanya. Biarkan beberapa menit, maka sendok tersebut akan ikut panas. Panas dari air mengalir ke seluruh bagian sendok. Atau contoh lain misalnya saat kita membakar besi logam dan sejenisnya. Walau hanya salah satu ujung dari besi logam tersebut yang dipanaskan, namun panasnya akan menyebar ke seluruh bagian logam sampai ke ujung logam yang tidak ikut dipanasi. Hal ini menunjukkan panas berpindah dengan perantara besi logam tersebut.

 


Pemanasan Logam

 

2.  Konveksi

Konveksi adalah perpindahan panas yang disertai dengan perpindahan zat perantaranya. Perpindahan panas secara Konveksi terjadi melalui aliran zat. Contoh yang sederhana adalah proses mencairnya es batu yang dimasukkan ke dalam air panas. Panas pada air berpindah bersamaan dengan mengalirnya air panas ke es batu. Panas tersebut kemudian menyebabkan es batunya meleleh.

 a.    Contoh Konveksi pada Pemanasan Air

                        b.    Contoh Peristiwa Angin Laut

c.    Contoh Peristiwa Angin darat


3.  Radiasi

Radiasi adalah perpindahan panas tanpa melalui perantara. Untuk memahami ini, dapat kita lihat kehidupan kita sehari-hari. Ketika matahari bersinar terik pada siang hari, maka kita akan merasakan gerah atau kepanasan. Atau ketika kita duduk dan mengelilingi api unggun, kita  merasakan hangat walaupun kita tidak bersentukan dengan apinya secara langsung. Dalam kedua peristiwa di atas, terjadi perpindahan panas yang dipancarkan oleh asal panas tersebut sehingga disebut dengan Radiasi.

 

Contoh Peristiwa Radiasi


Untuk lebih memahami materi, simak video berikut ini.





Nah, sudah paham? Mudah sekali kan?


Untuk mengukur pemahaman kalian, yuk kerjakan latihan soal berikut ini.


Semangat!!

Senin, 05 Oktober 2020

Mengapa Memilih Kelas Maya?


Saat pembelajaran jarak jauh berlangsung seperti ini, banyak sekali program Learning Management System (LMS) yang ditawarkan demi menunjang pelaksanaan kegiatan pembelajaran. Siapa yang tidak kenal Google Classroom, Microsoft Teams, Edmodo atau Schoology? Mungkin hampir semua dari kita pernah mendengarnya. Bahkan kita juga menggunakannya.

Namun, pernahkah kita mendengar Kelas Maya?

Apa itu Kelas Maya?

Kelas Maya adalah sebuah LMS yang dikembangkan oleh Pusat Data dan Informasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Pusdatin Kemendikbud) Republik Indonesia. Kelas Maya ini merupakan salah satu fitur utama dalam Portal Rumah Belajar yang dapat diakses melalui belajar.kemdikbud.go.id dan dikembangkan khusus untuk memfasilitasi proses pembelajaran virtual atau tanpa tatap muka antara guru dan peserta didik.

Strategi pembelajaran di Kelas Maya lebih bersifat konstruktivistik yang menuntut pembelajaran aktif dan berpusat pada peserta didik sehingga mendorong peningkatan keterampilannya.  Guru dapat membuat kelas daring masing-masing, memberikan bahan ajar yang dapat diakses dan dibagikan oleh peserta didik dalam bentuk digital kapan saja dan dimana saja.

Kelas Maya dapat dimanfaatkan oleh sekolah, guru, dan peserta didik. Untuk dapat membuka Kelas Maya, ketiganya harus melakukan pendaftaran di Kelas Maya terlebih dahulu.

Sekolah sebagai penyelenggara memiliki hak akses untuk mengelola keseluruhan sistem Kelas Maya di sekolah, diantaranya mengelola kelas (membuat kelas, menambahkan tim pengajar), mengelola pengguna di sekolah (guru dan peserta didik), monitoring aktivitas kelas (melihat rekap nilai), dan monitoring aktivitas pengguna.

Guru sebagai pendidik memiliki hak akses untuk mengelola kelas (mengatur konfigurasi kelas, mengunggah modul, mengunggah tugas, membuat pengumuman, mengisi forum diskusi, mengatur penilaian) dan monitoring aktivitas peserta didik.

Peserta didik memiliki hak akses untuk memilih kelas, mengikuti kelas, mengumpulkan tugas, mengikuti ujian, membaca pengumuman, mengikuti forum diskusi, mengubah profil, dan melihat nilai.

Mengapa memilih Kelas Maya

Berikut adalah kelebihan Kelas Maya yang berhasil penulis rangkum dari berbagai sumber dan testimoni pengguna.

  1. Fleksible, guru dan peserta didik dapat berinteraksi dalam waktu yang tepat disesuaikan dengan ketersediaan waktu dan jadwal belajar.
  2. Adanya kebebasan guru dalam mengkreasikan kelas semenarik mungkin.
  3. Dapat menggunakan smartphone dalam pemanfatannya.
  4. Aktivitas guru dan peserta didik tersimpan dalam arsip.
  5. Tersedia perangkat penilaian dan umpan balik.
  6. Memberikan kesempatan untuk berkomunikasi banyak arah, baik interaksi melalui forum diskusi maupun interaksi dengan sumber belajar.
  7. Peserta didik belajar sesuai kemampuan dan kecepatan masing-masing.
  8. Guru dapat mengontrol aktivitas peserta didik meskipun tidak di tempat yang sama.

Selain itu, alasan mengapa memilih Kelas Maya tentunya karena Kelas Maya merupakan produk dalam Negeri. Sebagai wujud cinta tanah air, kita harus bangga dan memanfaatkan produk lokal ini secara maksimal agar tujuan pendidikan dapat dicapai secara optimal. Apalagi portal pembelajaran ini dapat diakses secara gratis.. akan sangat disayangkan jika tidak kita manfaatkan.

Nah, sekarang, mari kita para guru turut menyukseskan portal Rumah Belajar dengan memanfaatkannya dalam pembelajaran, terutama Kelas Maya, terus mengupdate serta upgrade pengetahuan dan kreativitas kita dengan menghasilkan karya-karya yang inovatif. Semoga dengan pemanfaatan Portal Rumah Belajar ini dapat meningkatkan pencapaian tujuan pembelajaran dan memotivasi peserta didik dalam melaksanakan pembelajaran jarak jauh.

Informasi selengkapnya mengenai petunjuk pemanfaatan Kelas Maya dapat diunduh pada link berikut ini:

https://kelasmaya.belajar.kemdikbud.go.id/

Untuk membuat akun penyelenggara dan membuat kelas di fitur Kelas Maya, simak video berikut.


dan 

 


Referensi:

http://pena.belajar.kemdikbud.go.id/2018/09/mengenal-dan-memanfaatkan-kelas-maya/

http://pena.belajar.kemdikbud.go.id/2018/09/kelebihan-dan-kekurangan-fitur-rumah-belajar/


Minggu, 04 Oktober 2020

Laboratorium Maya, Solusi Praktikum Praktis

"Praktikum itu ribet. Apalagi kalau alat dan bahannya tidak lengkap."


Kata siapa?

IPA kepanjangan dari Ilmu Pengetahuan Alam, merupakan ilmu yang mempelajari tentang peristiwa-peristiwa yang terjadi di alam. Karena itu, pembelajaran IPA tidak pernah terlepas dari kegiatan penyelidikan. Penyelidikan dalam IPA terdiri dari kegiatan pengamatan dan percobaan. Untuk melakukan pengamatan maupun percobaan, tentu harus didukung dengan alat dan bahan yang memadai. Bagaimana jika tidak ada?




Rumah Belajar melalui salah satu fitur utamanya yaitu laboratorium maya (lab maya) memberikan solusi praktikum praktis. Hanya dengan bermodalkan gadget, kita dapat melakukan praktikum.

Fitur simulasi praktikum lab maya disajikan secara interaktif dan menarik. Di dalamnya terdapat juga lembar kerja dan teori praktikum. Percobaan lab maya dapat kita lakukan secara langsung pada laman belajar.kemdikbud go.id atau bisa juga kita unduh untuk dipraktekkan secara offline.




Fitur lab maya menyediakan konten untuk mata pelajaran IPA dan matematika pada jenjang SMP dan SMA. Untuk dapat memanfaatkan lab maya ini pertama kali kita harus login dengan akun masing-masing. Jika belum memiliki akun di Rumah Belajar, maka kita dapat mendaftar terlebih dahulu. Setelah itu kita dapat setiap saat memanfaatkannya dalam kegiatan pembelajaran.

Penulis tidak jarang memanfaatkan lab maya untuk mendukung kegiatan praktikum. Dalam pemanfaatannya, penulis membagikan lab maya kepada peserta didik agar saat mengaksesnya peserta didik diarahkan ke laman portal Rumah Belajar. Hal ini demi memperkenalkan secara luas Rumah Belajar.

Dengan adanya lab maya ini semakin memudahkan kita dalam melakukan praktikum dimana saja, tidak harus di laboratorium. Kita juga tidak perlu bersusah payah mempersiapkan alat dan bahan. Terlebih lagi jika alat dan bahannya tidak tersedia, kita tidak perlu mencari kemana-mana, tinggal klik Portal Rumah Belajar, pilih fitur lab maya. Mudah, tanpa ribet.

Dalam hidup ini kelebihan selalu berpasangan dengan kelemahan. Keduanya erat tak terpisahkan. Tidak semua percobaan tersedia di lab maya. Kita sebagai guru harus mampu berinovasi bagaimana agar kegiatan pembelajaran yang kita laksanakan dapat berjalan optimal dan dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Bagaimanapun kegiatan praktikum akan sangat membekas jika dilakukan secara langsung. Namun, jika keadaan memaksa tidak dapat dilakukannya praktikum secara langsung, maka lab maya adalah solusinya.